Tukad Badung: Oase di Tengah Kota Denpasar (2024)

Tukad Badung: Oase di Tengah Kota Denpasar (2024)

icreatewisdom.com – Tukad Badung, yang secara harfiah berarti “Sungai Badung”, adalah sungai yang membelah Kota Denpasar, Bali. Dulunya sungai yang kumuh dan kotor, sungai badung telah mengalami transformasi yang luar biasa menjadi destinasi wisata populer yang dikenal dengan julukan “Taman Korea”.

Dari Sungai Kumuh Menjadi Ikon Kota

Sungai Badung Jadi Area Wisata

Konon, Tukad Badung menjadi jalur pasukan ekspedisi Belanda yang bergerak menuju Puri Pemecutan dari Denpasar pada peristiwa Puputan Badung 20 September 1906. Sungai ini memiliki panjang sekitar 22 kilometer, dimulai dari Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung dan mengalir ke arah selatan melewati Kota Denpasar sebelum bermuara di Teluk Benoa.

Selama bertahun-tahun, Tukad Badung terkenal sebagai sungai yang kotor dan tercemar. Namun, inisiatif revitalisasi kota Denpasar pada tahun 2015 mengubah segalanya. Badung ditata dengan konsep “river walk” yang modern dan ramah lingkungan. Bantaran sungai dibersihkan dan dipasangi paving serta batu sikat, membuatnya terlihat lebih rapi dan asri.

Selain itu, di sepanjang Tukad Badung dibangun berbagai fasilitas publik seperti jogging track, jalur sepeda, taman bermain anak, dan area tempat duduk yang nyaman. Transformasi ini tidak hanya memperbaiki estetika sungai tetapi juga menciptakan ruang publik yang berharga bagi masyarakat Denpasar.

Transformasi Tukad Badung

Pada awal 2010-an, Pemerintah Kota Denpasar menyadari pentingnya memulihkan Badung untuk mengatasi masalah lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warganya. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal, pemerintah mulai melakukan upaya revitalisasi besar-besaran.

  1. Pembersihan dan Pemulihan Lingkungan

Langkah pertama dalam transformasi Tukad Badung adalah membersihkan sungai dari sampah dan limbah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun. Pemerintah mengerahkan petugas kebersihan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong. Selain itu, program edukasi lingkungan juga digalakkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai.

  1. Pembangunan Infrastruktur

Setelah tahap pembersihan, pemerintah mulai membangun infrastruktur penunjang untuk mempercantik kawasan sungai. Jalur pejalan kaki dan taman-taman dibangun di sepanjang bantaran sungai, lengkap dengan tempat duduk, pencahayaan yang artistik, dan berbagai fasilitas publik lainnya. Jembatan-jembatan yang melintasi sungai juga direnovasi untuk meningkatkan aksesibilitas dan memperindah pemandangan.

Tukad Badung Di Malam Hari

  1. Program Penghijauan

Untuk menambah keasrian Tukad Badung, program penghijauan dilakukan dengan menanam berbagai jenis pohon dan tanaman hias di sepanjang sungai. Hal ini tidak hanya memberikan estetika yang indah, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas udara dan mengurangi risiko banjir.

  1. Pengembangan Wisata Sungai

Dengan lingkungan yang sudah bersih dan infrastruktur yang memadai, Tukad Badung kemudian dikembangkan sebagai destinasi wisata. Berbagai kegiatan seperti festival, pasar malam, dan acara budaya rutin diadakan di sepanjang sungai untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Mengapa Disebut Taman Korea?

Julukan Taman Korea diberikan karena suasana Tukad Badung yang bersih, asri, dan tertata rapi, mirip dengan sungai Cheonggyecheon yang membelah Seoul, Korea Selatan. Kawasan ini menjadi favorit masyarakat lokal untuk bersantai, berolahraga, atau sekedar menikmati suasana sore hari.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Sungai Badung

Setelah direvitalisasi, Badung menawarkan beragam aktivitas menarik yang bisa dilakukan pengunjung, di antaranya:

  • Jogging atau bersepeda: Badung memiliki jalur jogging dan sepeda yang nyaman, cocok untuk berolahraga sambil menikmati udara segar.
  • Bersantai: Banyak area tempat duduk yang nyaman di sepanjang sungai, ideal untuk bersantai, membaca buku, atau berbincang dengan teman.
  • Bermain Bersama Anak: Tersedia taman bermain anak-anak yang dilengkapi dengan berbagai permainan seru.
  • Menikmati kuliner: Beberapa penjual makanan dan minuman ringan turut meramaikan Tukad Badung, menawarkan jajanan khas Bali yang menggugah selera.
  • Mengabadikan momen: Dengan latar belakang sungai yang cantik dan suasana yang asri, Tukad Badung menjadi spot foto yang populer.

Akses Menuju Tukad Di Badung

Tukad mudah dijangkau dari berbagai penjuru Kota Denpasar. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor, taksi, atau layanan transportasi online.

Beberapa lokasi wisata terkenal di Denpasar, seperti Lapangan Puputan Badung dan Museum Bali, berada tidak jauh dari Tukad Badung sehingga Anda bisa mengunjungi kedua tempat tersebut dalam sekali jalan.

Rekreasi Sungai Badung

Tukad Badung sebagai Ikon Baru Denpasar

Transformasi Tukad Badung menjadi bukti nyata bagaimana sungai yang kumuh bisa disulap menjadi ruang publik yang bermanfaat dan digemari masyarakat. Keberhasilan revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki lingkungan hidup tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga Denpasar dan daya tarik pariwisata kota. Daerah ini kini menjadi ikon baru Kota Denpasar, simbol dari kepedulian terhadap lingkungan hidup dan komitmen untuk menciptakan ruang publik yang berkualitas.